Jalan-jalan ke Bali – Wonderful Indonesia 35


Masih penasaran sama Bali dan belum pernah ke sana? Apa bener harus sedia duit banyak buat bisa menikmati Bali? Dulu waktu belum ke sini sih banyak pertanyaan gitu juga. Nah, mumpung sekarang lagi tinggal di Bali saya mau bagi-bagi info seputaran Pulau Dewata biar lo pada jadi lebih pede buat ambil keputusan main di Bali. Check this out!

Tongkang

Menuju Bali

Pilihannya ada banyak. Motor, mobil pribadi, bus, kereta, pesawat, yatch dari Australia, ferry dari Lombok atau numpang truk ala backpacker sejati, you name it lah trus sesuaikan sama style travelling masing-masing. Tarifnya beda-beda juga silakan dicek dari kota masing-masing. Terakhir dari Jogja pas BBM baru naik itu bus mencapai 275rb yang eksekutif (dengar-dengar hari biasa di kisaran 225rb) full AC, reclining seat, toilet, dapet air minum sama snack dan makan malam. Nyebrang ferry sudah ditanggung juga dan waktu itu diturunin di Terminal Mengwi. Dari Mengwi naik angkot lagi, 5 ribuan, ke Terminal Ubung. Alternatifnya, ada taksi dari Mengwi, buka harga di 100 ribuan bisa dinego.

Nebeng truk lebih asik. Bisa dapat teman baru (sopir dan kernet), temen ngobrol di jalan, sama gratis. Bahkan kalo lagi beruntung kek saya dulu sempat ditraktir makan sama sopirnya. Haghaghag. Modal muka memelas, saya emang kadang hoki. Oya, truk ini ada banyak yang rutin jalan Denpasar – Surabaya PP gak pake kernet. Kalau jeli lihat peluang terbuka kemungkinan buat nebeng sampai Denpasar atau Sanur atau Padang Bai (penyeberangan ke pulau-pulau timurnya Bali) tergantung tujuan truk. Caranya: ngopi2 di warung sekitar pelabuhan, ngobrol sama yang punya warung sambil nanya-nanya.

Lain lagi jika memilih pakai kereta. Pastikan kamu turun di stasiun Banyuwangi Baru. Dari situ tinggal jalan ke Pelabuhan Ketapang (dekat kok, 15 menit juga sampai), naik ferry (6.5rb rupiah), nyebrang ke Gilimanuk dan sudah sampai di Bali walau masih ujung. Dari Gilimanuk ada bis ke terminal Ubung, tarif kisaran 15-25rb. Tarif penyeberangan lengkap ada di sini.

Buat yang pake kereta, ini dia jadwalnya.

jadwalkereta

Pesawat. Kalau pakai pesawat lo bakal diturunkan di Kuta. Kuta ini daerah Bali Selatan, jadi dekat dengan sama Nusa Dua, Jimbaran, Sanur tapi jauh kalau mau ke utara misalnya Mongkey Forest di Ubud. Masih perlu kendaraan sih walopun deket, karna misalnya ke Nusa Dua atau Sanur perlu sktr 20 menitan.

Dari bandara ada banyak taksi buat nganter ke hotel yang kalo di Kuta tarifnya 50-60 ribu. Kalo udah rencana sewa motor/mobil minta ketemuan di Bandara aja supaya lu bisa langsung pake itu motor/mobil. Kebanyakan rental mau kok nganter motor/mobil ke Bandara. Jangan lupa kasih DP.

Oya, sepengalaman saya yg cuma bolak balik Dps – Jog, tarif pesawat nggak terpaut jauh dengan tarif bus. Kalau bus di rute tersebut ada pada kisaran harga 250rb dengan waktu tempuh lancar sekitar 15 jam maka AirAsia harganya 350 ribu (tambah pajak bandara 35 rb atau 40 rb kalau di Bali) dengan waktu tempuh 1 jam 10 menit. Plus biaya taksi kalau mau pakai taksi atau minta jemput temen kalau mau gratisan.

Hotel/Penginapan

Soal penginapan murah tetep Poppies Lane jadi idola. Di sekitaran sana bertebaran berbagai losmen dan penginapan murah menyesuaikan kantong. Kalo yang di bawah 100 ribu biasanya pake kipas, kalo di atas 100 udah bisa dapat kamar full AC. Kamar model begini bisa diisi sampai 2 orang. Beda-beda sih kalo soal termasuk sarapan ato nggak, tapi bisa ditanyakan dulu ke yang jaga. Pastikan you ngecek beberapa penginapan supaya dapat gambaran harga termurah, hahaha. Long live penginapan murah! Yg mau gratisan bisa nginep di kos saya, haghaghag.

Poppies Lane 1 dan 2 (cuman ada dua yak, gak sampe 5 kek Pancasila) ini terkenal selain karna murah juga karna lokasinya strategis: 10 menit ke Pantai Kuta, dikelilingi fasilitas lengkap dari resto sampai mall dan bioskop, dan pilihan akomodasinya lengkap. Poppies ini malamnya selalu rame. Ada banyak bar yang nyetel musik kenceng-kenceng (ini yang disukai bule). Bir bintang udah jadi menu utama. Jangan kaget kalo nemu bule mabok di sekitaran Poppies/Legian ato lihat mereka jalan sambil bawa botol Bintang dingin. Lo di Bali, men! Iklan di depan warung yg nulis ‘Cold beer 20 ribu’ betebaran di banyak tempat.

Balik soal penginapan, buat yang sedia budget minimal 200 ribu pilihannya bisa lebih banyak. Nggak harus di sekitar Poppies tentunya, tapi nggak jauh dari Pantai Kuta. Di kisaran 150 saja sudah bisa dapat twin share room sama sarapan, apalagi dana per malam 200 ribu atau lebih.

Buat yang dana gak jadi masalah sudah pasti Poppies Lane nggak masuk dalam daftar. Ada banyak pilihan hotel bagus yg sama pantai Kuta cuma dibatasi Jalan Pantai Kuta selebar 8 meteran. HardRock Hotel, Mercure, Sheraton, Best Western Kuta, The Stones, etc. Banyak duit emang banyak pilihan berro. Hahahaha. Halah. Lanjut!

Eh bentar, ada yang kelewatan. Poppies ini gang kecil. Kalo bawa mobil jangan nginep di sini. Bakal susah cari parkiran. Gimana mo cari parkiran wong lewat gang ini aja perlu perjuangan (karna sempit, banyak orang jalan dan banyak motor di kiri-kanan)…

P1080636

Menikmati Bali

Jika benar-benar buta Bali, traveling solo dan nggak ada teman di sini sebaiknya rencanakan dari awal mau ke mana saja. Baca-baca web, pilih lokasi buat penginapan, bikin jadwal jalan-jalan, perhitungkan jarak, lihat peta, dan lain sebagainya. Ini buat acuan saja, karna satu tempat bisa jadi lebih menarik dari yg diperkirakan dan bikin lo di sana lebih lama dari rencana. Kalo gak bikin list, bisa-bisa kamu mentok di Kuta aja selama di sini apalagi kalo cuma short stay.

Moda transportasi yang paling fleksibel tetap sepeda motor. Di rentalan sini kebanyakannya adalah matic (Mio, Beat, Vario). Sewa motor kisaran 50 ribu per day atau lebih murah jika bisa nego. Sewa motor sudah dapat 2 helm. Tanya juga siapa tahu dipinjami jas hujan karena walau Bali selatan (Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua, Sanur) cerah-cerah saja tapi bagian utara (Ubud dan tempat-tempat di sebelah utaranya lagi termasuk beberapa danau di sana) lebih sering hujan. Jeleknya, motor ini kalo panas kepanasan, dan waktu hujan kehujanan, tapi kan mau yg paling murah. Ya to? Haghaghag.

Supaya gak terlalu gosong pakai sunblock sebelum mulai jalan.

Lalin Bali masih manusiawi kok, nggak kayak Jakarta, dan rider Bali sopan-sopan. Bahkan kalau sama-sama rush hour, traffic di Bali jauh lebih nyaman daripada di Jogja.

Jika aktif berkendara, katakanlah bensin habis 25ribu per day, maka dibagi dua cost-nya adalah (50+25)/2 yaitu 35ribu each belum termasuk tiket masuk obyek wisata. Cukup terjangkau kan? Udah bisa muter-muter kemana suka, nggak pake nunggu bis, dan bisa pindah lokasi kapanpun lo mau.

IMG_20130726_110601

Sewa mobil juga bisa. Sewa mobil yang paling murah sekitar 200 ribu atau kurang dikit, dapat sebangsa Karimun dan bisa buat 4 orang. Kelebihannya? Panas nggak kepanasan, hujan nggak kehujanan. Sekarang ini Bali selatan jarang hujan, pun kalau hujan biasanya cepat lewat aja. Nggak lama. Bali utara di pegunungannya kadang gerimis. Kekurangannya? Bali sudah cukup ramai dengan kendaraan di jalan apalagi kalau kita jalan pas menyamai rush hour-nya orang sini (pagi berangkat sekolah/kerja dan pulang kantor sampai sktr jam 6.30pm). Selama rush hour ini kemacetan misalnya di jalur bypass I Gusti Ngurah Rai dekat-dekat Pemogan yang ke arah Kuta sana bisa panjang sekali.

Saat weekend tren kemacetan pindah ke arah bypass I Gusti Ngurah Rai arah ke timur (Sanur, Padang Galak, Padang Bai, dan selanjutnya). Masih ada lagi kekurangan mobil: di dalam kota ente harus hapal jalan bener-bener karna kadang-kadang jalan ditutup baik oleh Polisi atau Pecalang kalo lagi pengalihan jalur atau desa lagi ada acara. Nggak mudah lo cari jalan di dalam kota sini, apa lagi bawa mobil. Hehehe.

Yang pengen pake kendaraan umum, ada bus Transarbagita yang beroperasi seperti TransJakarta atau TransJogja. Bus ini baru menjangkau Bali bagian selatan dan timur menyusur dari Terminal Batubulan ke Nusa Dua termasuk GWK. Murah sih, 3.500 sekali jalan, tapi kita harus ngikut jadwal kedatangan bus yang masih belum bisa diandalkan. TransSarbagita juga pake sistem halte buat naik turunin penumpang, tapi sayangnya kita masih harus bayar lagi waktu naik ke Trans lain, nggak seperti TransJogja. Informasi rute, halte, feeder dan sebagainya bisa lihat di webnya TransSarbagita.

Transportasi umum lainnya juga ada, semacam angkot gitu, tapi nggak bisa diandalkan karena intervalnya yang nggak jelas. Nggak recomended pakai angkot lah kalo lo buru-buru.

Sebagai panduan waktunya kurang lebih begini. Ini asumsi pakai motor, dimulai dari Kuta yang ada Poppies Lane-nya, tempat mangkal favorit kita semuaaa.

Kuta – Uluwatu: 30 menit

Kuta – Sanur: 20 menit

Kuta – Denpasar: 20 menit

Kuta – Ubud: 1.5 jam

Kuta – Gilimanuk: 3 jam

Kuta – Padang Bai: 1.5 jam

PS: Bypass Ngurah Rai sering jadi tempat razia polisi terutama yg ke arah Sanur. Pastikan surat-surat kendaraan lo lengkap sebelum jalan. Dan walaupun di Kuta banyak orang nggak pakai helm, sebaiknya lo pakai saja.

Kemana Dulu?

Sanur, Tanah Lot, Uluwatu, Ubud, Pasar Sukowati, Danau Batur, Pantai Lovina? Snorkeling, diving, banana boat, kite surfing, surfing, sunrise Gunung Batur? Belanja brand original? Wisata budaya? Ada banyak pilihan tempat wisata di Bali, dan nyusun jadwal berperan besar. Garis besarnya sih (a) tahu rute-nya supaya gak bolak-balik, dan (b) tahu jam buka/tutup.

Untuk 3 hari misal pas liburan weekend bisa kek gini:

Day 1: Jumat. Mendarat di Bali udah malam, naik taksi ke penginapan di Kuta, menghabiskan malam jalan di sekitar Jl. Legian sambil survey mau beli oleh-oleh apa. Besok belinya di Sukawati yang harganya jauh lbh murah. Makan malam di Nasi Pedas Bu Hanif yang ga jauh dari hotel. Habis makan balik ke hotel, cas batre handphone dan kamera trus istirahat.

Day 2: Sabtu. Mobil jemputan ke Tulamben datang ke hotel jam 7 pagi. Hari ini ikut fun dive di Tulamben dan sampai di hotel nanti sore jam setengah enam. Malamnya ke warung kopi dan sortir foto-foto hari ini dan pastikan masih ada space buat foto-foto besok. Jgn lupa charge batre handphone dan kamera sebelum tidur.

Day 3: Minggu. Pagi-pagi petugas rental datang ke hotel nyerahin motor (malem sebelumnya janjian dulu yak). Langsung ke Ubud di utara, Monkey Forest, terasering di Tegalalang, dan baliknya mampir ke Pasar Seni Sukawati belanja oleh-oleh. Dari Sukawati ke Sanur buat poto-poto pantai dan langsung menuju hotel. Packing, siap-siap check-out trus titip barang di lobi. Umum kok nitip barang di lobi setelah check out. Lo bakal dikasih kartu tanda penitipan. Habis tu jalan-jalan di Pantai Kuta, poto-poto narsis termasuk di depan Hard Rock trus siap-siap ke bandara. Minggu malam udah sampai kota asal lagi.

Sama seperti Yogyakarta, gak cukup satu weekend untuk bisa menikmati semua Bali. Seminggu aja belum tentu cukup. Makanya diperjelas dulu tujuan ke Bali mau kemana aja. Kalo saya sih suka yang santai di pantai dan ga keburu kesana kesini makanya menu utama adalah pantai seperti Padang-padang buat lihat orang main surf, Pandawa buat lihat tebing, Sanur buat sunrise + kite surfing dan Padangbai buat snorkeling. Kadang ke Tulamben juga buat diving.

Makanan Halal

“Bali makanannya babi semua!” Ah, kata siapa? Buat yang perlu makanan halal Bali menawarkan banyak sekali opsi. Banyak orang Jawa Timur yang hidup di Bali dan mereka ini buka warung, dikenal sebagai Warung Jawa. I would say Warung Jawa = Halal. Nggak 100% sih karna belum mencoba satu per satu semua Warung Jawa di Bali tapi begitulah kata orang muslim yang sudah lama di sini. Asal judulnya Warung Jawa, makanannya halal. Oh ya, atau warung Madura atau warung Padang juga halal. Dan warung-warung halal ini tersebar hampir di semua lokasi wisata.

Di Kuta misalnya, ada di Jl Raya Kuta. Warung Makan Harsi namanya. Cek di google maps juga kelihatan. Dari Poppies Lane jalan sekitar 15 menit saja. Gak jauh dari Harsi ada Nasi Pedas Bu Hanif yg tadi saya bilang.

Di Sanur ada juga. Lupa namanya tapi lokasinya kalau di google maps nggak jauh dari Bali Senia di Jl Danau Poso. Sekitar 20 meter di timurnya. Harga sekali makan sekitar 10ribu. Bule-bule juga makan di sini, FYI.

Di Ubud ada warung Padang di Jl Raya Pengosekan, gak jauh dari pertigaan simpang Jl. Raya Nyuh Kuning ke selatan 10 meter, timur jalan. Depan situ ada orang Madura jualan sate.

IMG_20130726_140427

Di Danau Beratan yang pura-nya ada di uang 50 ribu rupiah itu, bertebaran warung makan muslim. Banyak muslimah lalu lalang pakai jilbab kalau ragu dan mau nanya resto halal walaupun rata-rata menuliskan “HALAL” di depan resto masing-masing.

Di Kintamani gitu juga. Warung makan pada masang tulisan halal sebagai penanda.

Makanan di sini 10 ribuan dapat dah. Nasi, sayur, lauk, air putih. Teh rata-rata 2.500. Teh gelas 1000. Mau yang murah? Dekat tempat saya. Nasi sayur + ikan bakar = 6 ribu. Hahaha lucky me!

So, garis besarnya, makanan halal is not a problem.

 masjid

Masjid

Buat yang perlu masjid, di Bali ada banyak. Di gambar atas ini Masjid At Taqwa Polda Bali di Jl. WR Supratman, Denpasar.

Di sekitar Jimbaran sendiri pernah dihitung-hitung ada lebih dari 12 masjid/musola di berbagai lokasi. Di Kuta ada Ar Rahmat di Jl. Raya Kuta. Di Sanur ada Al Ihsan di kompleks Hotel Grand Inna Bali. Ubud ada juga walo nggak pas di tengah-tengah daerah wisata, namanya Masjid Ubudiyah, di Jl. Raya Teges. Bahkan di Mall kayak Galeria Kuta juga ada musola.

Tapi kalo mau cari cepatnya bisa mampir ke warung makan jawa ato ke ibu-ibu pake jilbab trus nanya masjid/musola terdekat. Dijamin ada musola/masjid di sekitar lo.

Google Maps

Seberapa akurat Google Maps untuk wilayah Bali? Well, ini cerita dari pengguna langsung (dari ane, gan). Garis besarnya: cukup akurat. Terutama jika rute yang diambil adalah rute jalan-jalan utama misalnya cari arah ke Sanur, ke Tanah Lot, Ubud, dsb. Untuk jalan-jalan kecil juga masih lumayan akurat. Kalo udah masuk gang barulah nggak terlalu bisa diandalkan.

Sinyal smartfren (saya pake operator ini buat internetan) sampai di daerah-daerah pelosok juga. Lumayan bisa lihat arah lah. XL (kartu keduax saiya) juga lumayan bagus tapi tetep ada blank spot-nya.

Checklist

Nah, terakhir ni, checklist wajib kalau mau jalan ke Bali.

– KTP (buat nyebrang di Ketapang ato check-in di bandara)
– SIM (biar ga kena tilang)
– ATM (bisa diganti uang tunai sih)
– Topi
– Sunblock
– Kacamata hitam
– Sendal (buat maen ke pantai)
– Kamera + memori besar/cadangan
– HP + cas

Nah, udah lengkap kan infonya? Pack your stuff up and get here. Yeaaahh!

cz07

 

 

PS: yang mau tanya-tanya bisa lewat kolom komen


Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

35 thoughts on “Jalan-jalan ke Bali – Wonderful Indonesia

  • djupi

    hahsem kowe piq.. bahasamu sing ya you ya you kuwi mengingatkanku pada seorang dosen sing omahe Turi.. wkwkkwkw

    my next destination kiy Bali.. sesuk aku nyewo kowe wae yo piq… hahaha..

    btw.. nice post gan.. (ketoke kowe rung suwe nang bali tur wis koyo tur gaet wae kwe.. jiakakakkaka)

  • rosa kemala nandria putri

    Kk kalau mau ke jalan gunung agung dari bandara ngurah rai kira kira brapa jam ya kk? Trus tarif nya brapa kalau ksana naik taksi dari bandara?
    Blas y kk hihii mkasi sebelumnya

  • Dimas Prasetyp

    Hihihihi, aku ke Bali dari Jakarta cuma abis Rp. 141.500,00 lho.. (ongkosnya)
    50k untuk KA Progo dari Pasar Senen ke Yogyakarta (Lempuyangan), lanjut 50k nya KA Sri Tanjung dari Lempuyangan ke Banyuwangi, 6,5k nyebrang dari Ketapang ke Gilimanuk dan 35k dari Gilimanuk ke Term. Ubung 😀

  • anggie

    Mas, minta info donk, kalo dr by pass ngurah rai ke pasar sukawati brp lama perjalanannya ya..? Ada info sewa motor ga mas.. ? Buat sehari bisa ga siy. Oya sama sewa mobil brg kali pny rekanan. Oya , kalo dari bandara ke hotel jl by pass ngurah rai itu brp si hrg taxi. Argo atau bkn ya? Blue bird sdh masuk.blm. maklum trakhir ksana 4thn lalu Ihihih.. Thanks yaa

  • momo

    Mas. Mw tx dong. Rncax bln april ini aq mw k bali naik pswt. Tp pgn k lombok jg. Klo trnsprtsi dr bndra ngurah rai ke pdg bai apaan yah yg plg murah. Mohon pencerahanx yah. Hehehhee

    • mosoklali Post author

      Halo,
      Sori lama bales. Lagi sibuk mainan di web sebelah 😀
      Bandara ke Padangbai trus lombok paling murah? Pertanyaan sulit.
      A. Sebenarnya yg pada jualan tiket speedboat ke Gili Trawangan dan sekitarnya itu juga sekalian jemput dari Denpasar ke Padangbai TAPI ini bukan opsi termurah. Termudah, iya. Termurah, nggak. Mudahnya, kita tinggal beli tiket speedboat dan di hari keberangkatan dijemput sama mobil jemputan (biasanya Elf bagus), dibawa ke Padangbai, diantar sampe kapal. Nggak murahnya, tiket sekali jalan bisa sampai 800-an, harga bule. Harga lokal lebih murah.
      B. Opsi paling murah? Berapa orang sih? Kalo berempat mending sewa mobil minta dianter ke Padangbai. Palingan sekitar 300 ribu. Kalo mentok-tok nggak dapet mobil, kontak saya lagi. Tar kubantu cari.

      Salam

    • mosoklali Post author

      Wuaaahh.. ini yg seru.
      Dari Sanur ke Tanah Lot lumayan jauh lho. Lbh dari 30 menit pake motor. Terakhir nyoba sama temen kurang lebih 45 menit traffic sore hari. Rutenya kurang lebih begini:
      Sanur-Renon-Matahari-dan lain-lain ngikuti GoogleMaps saja. Hehehe. Waktu itu aku juga cuma ngikut maps aja kok, dan sampai sana tanpa tersesat. Tapi emang jauh. Sabar yak.

    • mosoklali Post author

      Poppies lane 2 ke ubung yak.. hmmm.. setau saya sih cuma pake taksi aja bisanya. Ato ojek motor, minta dianterin orang hotel tar kasi duit berapa gitu. Jaraknya sekitar 25 menitan motor. Temen ku pernah sebaliknya, dari Ubung ke Kuta, ngasih 50 ribu.

    • mosoklali Post author

      Angkot di Bali nggak selancar di Jawa gan. Di sini nggak ada yang langsung dari Bandara ke Terminal Ubung (terminal utamanya Bali). Udah gitu setau saya angkot yang masuk Bandara cuma Transarbagita, semacam Transjakarta-nya Bali. Transarbagita emang murah, cuma 3500 rupiah sekali jalan, jauh-dekat, ke rute manapun yang masuk dalam trayeknya, tapi khusus yang masuk bandara ini susah diharapkan terutama karena intervalnya yang nggak pasti.
      Kalau harus ke Terminal Ubung dari Bandara dan nggak bawa barang banyak saya bakal ambil ojek aja untuk murahnya. Agan bisa pake ojek juga atau taksi.
      Kalo mau naik angkot, well, kayaknya nggak dulu deh.

  • icha

    Mas mau tny dng klo dr trminal ubung kmn lg atau naik apalg mau ke jln danau tamblingan sanur bali.mhn infonya.trus dr sna mau plng kjkrt lg gmn

    • mosoklali Post author

      Hola Icha, sori lama bales. Barusan maen di jalan beberapa hari.

      Oke gini, dari Ubung ke Jl. Danau Tamblingan alias sekitaran Sanur is paling gampang pake ojek. Jarak tempuh sekitar 30 menit pake motor.

      Kalau udah di Sanur ada angkot warna ijo yg rutenya menyusur jalan tersebut, back to back alias ujung ke ujung. Jadwal angkot nggak tentu tapi kadang sampai sore.

      Balik ke Jakarta kalau pake pesawat bisa ikut Transarbagita naik di jl bypass ngurah rai, turun bandara, atau kalau mo via darat lewat terminal ubung bisa pake taksi. Waktu itu sy kena 75 rb dari Ubung ke sanur. Mayan mahal >.< Hope that helps

    • mosoklali Post author

      mengwi ke bandara atau gilimanuk ke bandara?

      rutenya itu begini berurutan: gilimanuk, mengwi, ubung, bandara.

      mengwi ke bandara belum masuk dalam jaringan bus transarbagita (transjakartanya Bali) jadi paling gampang pake taxi. dan mengwi ke bandara itu lumayan jauh. bisa jadi 1 jam-an

    • mosoklali Post author

      Halo Kristina,
      Dari Ubung ke Tanah Lot sekitar 1 jam kalo nggak pake kesasar. Oya, kalo ke sana jangan terlalu sore sekitar pas jam pulang kerja. Lalu lintasnya parah, diperparah sama jalan yg sebagian sempit sementara volume kendaraan padat.
      Semoga membantu 🙂

    • mosoklali Post author

      Legian ke Tanah Lot sekitar satu jam kalo nggak pake macet dan kesasar. Pakainya taxi atau sepeda motor kalau mau reliable.
      Tips: pake google maps cukup efektif buat cari rute ke Tanah Lot. Udah kucoba bahkan dari Sanur dan ketemu juga.

    • mosoklali Post author

      Halo,

      Maaf lama ga onlen jadi baru sempat balas. Dan maaf juga kalo area Kintamani saya kurang menguasai.

      Udah jadi jalan ke sana kan? Gimana Kintamani? Was it good? Care to share?

  • adi

    Sekedar share nih. Thn 2013 sy & keluarga liburan di Bali, trus rental Avanza + supirnya. Hotel kami di Kuta, mau jalan2 ke denpasar trus ke Ubud. Tau ga brp lama?

    Dr Kuta (pagi jam 8) sampe Denpasar jam 10 tanpa macet. Trus dr Denpasar 3 jam ke Ubud tanpa macet. Br sekarang sy sadarudh ditipu supir yg ambil arah muter2 biar lama! Jd kapok rental lg. Mendingan naik Sabagita deh!!

    • mosoklali Post author

      So sorry to hear that.

      Sayangnya emang ada supir-supir nakal. Kalau butuh referensi bisa kontak saya dan terima kasih untuk sharingnya.

      Oya, bukan cuma di Bali yg ada supir nakal. Hampir di semua tempat wisata ada. Kalau ngga nakal muter-muter supaya waktunya lama, pas mampir di resto/warung makan dibawa ke tempat yg agak mahal 😉

  • Kemala

    Hai kaka..
    Mau nanya dong. Bulan maret ini mau ke bali (pertama kali) sama keluarga, totalnya 22 orang. Jadi biar murah aku sewa rumah aja. Aku bingung nih kak, mau sewa rumah yang di Pemogan yang sedikit lebih murah, ato rumah yang, menurut deskripsi 5-10 menit jalan kaki udah sampai di Kuta,tapi sedikit lebih mahal. Kayaknya Pemogan jauh ke mana2 ya kak? Belum pernah ke sana soalnya. Mohon bantuannya ya kak.

    • mosoklali Post author

      Maaf baru bisa balas.

      Baru pertama ke Bali kan? Mending yg Kuta aja, yg jalan bentar uda sampe. Pemogan kalo untuk pemula kurang kerasa liburannya. Dia kayak di kampung semi kota. Lagian tahun baru jauh lebih mudah ke pantai kalau tempatnya dekat.

      • Prameswari

        Kak mau tanya, klo’ dari daerah kuta trus mau ke terminal bis, jurusan bali-madiun itu ke terminala apa ya dan naik apa sama harganya soalnya lusa mau ke Bali tp balik ke Madiun naik bis