Wonderful Indonesia – Empat Raja di Timur Indonesia 5


Raja Ampat Icon

“Where is that?” tanya Vivien.

Saya lagi ngobrol sama Vivien dan Park, tamu dari Korea, waktu salah saya bilang “You should check Raja Ampat. It’s the best diving spot,”. Dive log Vivien sudah 300 kali lebih dan Park juga sudah banyak, 107 kali selam. Mereka cerita banyak tentang menyelam memakai semi-dry suit di negara asalnya, tentang manta yang dilihat di Manta Point di Bali, whale-shark di Oslob Filipina, sampai bertemu mola-mola yang belum kesampaian. Herannya, dengan segitu banyak pengalaman di bawah air dia belum pernah dengar tentang Raja Ampat kita. Atau bahkan kamu juga belum tahu? Gilak! Padahal menurut survey Huffington Post, media terkenal di Amerika Serikat, Raja Ampat masuk sebagai nomer 1 dunia dalam kategori Best Island Reefs!

Raja Ampat yang ikon utamanya adalah gugusan pulau-pulau kecil ditumbuhi tanaman berwarna hijau hampir di seluruh permukaannya, dikelilingi air laut bening menampakkan perairan dangkal dan pasir putih serta beberapa bagian laut dalam ini jauh lebih dikenal turis asing daripada lokal. Jumlah turis asing yang ke sana sampai empat kali lipat dibanding wisatawan domestik. Bagaimana tidak, stigma yang berkembang adalah betapa mahalnya wisata di Raja Ampat. Akses yang terbatas, pulau terpencil, pusat koral dunia dan berbagai poin plus lainnya menjadikan pandangan ‘mahal’ itu semakin menakut-nakuti orang Indonesia sendiri untuk mengunjungi kabupaten di Papua Barat tersebut. Lalu ujung-ujungnya kita cuma bilang, ‘Wajarlah. Orang asing kan duitnya banyak.”

Tapi tahukan Anda bahwa sebenarnya mahalnya Raja Ampat tu nggak semahal itu juga?

Umumnya untuk menuju ke Raja Ampat via udara Anda harus menuju ke Sorong dulu baru melanjutkan perjalanan melalui laut, dan kita akan hitung-hitungan melalui rute ini juga. Sekarang tiket Jakarta – Sorong harga normalnya di kisaran 1,8 juta, cukup mahal memang jika dibanding Jakarta – Bali yang sering kali tak sampai 300 ribu sekali jalan. Tapi mahalnya tiket ini bisa diakali yaitu dengan transit di Makassar baru lanjut ke Sorong. Berdasar pantauan, Jakarta – Makassar berada di kisaran harga 450 ribu, lalu Makassar – Sorong kurang lebih 900 ribu. Artinya jika melalui transit Makassar totalnya hanya 1,35 juta. Secara kasar ini berarti pula Anda hemat 400 ribuan untuk sekali jalannya.

Sesampai Sorong perjalanan dilanjut menuju ke Pelabuhan Pelayaran Rakyat dengan membayar ojek 30 ribu atau mobil 75 ribuan. Di pelabuhan inilah kapal Express Marina tujuan Waisai bersandar. Tiket kelas ekonominya seharga 100 ribu dengan lama perjalanan 2-3 jam. Waisai ini sudah berada di Kabupaten Raja Ampat.

Dari pelabuhan Anda bisa ambil ojek menuju penginapan-penginapan murah yang berada di sekitar Pasar Waisai. Ojeknya sendiri 15-20 ribu dan penginapannya beragam dari 150 ribu per malam sampai 600 ribuan. Yang lebih mahal tentu ada banyak, tapi kita hitung yang paling murah saja.

Setelah beres-beres di penginapan jangan lupa menuju ke pelabuhan speedboat Waisai yang berada nggak jauh dari situ. Jalan kaki pun bisa. Sewa boat harganya 3,5 – 4 juta bisa nego dan bisa dibagi untuk maksimal 15 orang. Mungkin biar lega kita bagi saja untuk 10 orang yang bikin tiap orang kena jatah 400 ribu paling mahal. Boat ini nantinya menyusur rute umum yang biasa didatangi wisatawan yaitu ke Mansuar Besar, Mansuar Kecil, Kri, Arborek dan lain sebagainya.

Disamping boat pengeluaran lain yang perlu diperhatikan adalah pin masuk seharga 250 ribu serta penginapan di Sorong saat kepulangan nanti. Di Sorong harus menginap satu malam karena kapal sampai di sana sudah jam 4 sore WIT dan tidak ada penerbangan malam hari. Persiapkan dana 350 ribu untuk hotel ini. Jadi berapa totalnya? Tiket Jakarta – Sorong PP, ferry dari Sorong, penginapan di Waisai 2 malam, 1 malam di Sorong ditambah pin jika perhitungan saya benar adalah tiga juta delapan ratus ribu rupiah (Rp. 3.800.000,-). Tidak semahal itu bukan?

Lansekap Raja Ampat

Bandingkan dengan yang didapat: berenang di pusat coral triangle yang biota lautnya paling banyak macamnya sedunia (highest recorded marine diversity on earth), snorkeling di kawasan yang banyak biota lautnya menurut Conservation International believed to exist nowhere else on the planet (diyakini tak akan ditemukan di daerah manapun), lansekap tak tertandingi, sambutan ramah penduduk setempat, foto spektakuler yang pasti membuat orang iri dan pengalaman empat hari tiga malan yang seumur hidup tidak akan terlupakan.

Belum lagi fakta bahwa di perairan Pulau Mansuar dan Kri, dua pulau saling berdekatan yang masuk dalam rute speedboat sewaan di hari kedua, itu terdapat lebih dari 30 titik penyelaman! Artinya titik ini menjanjikan pengalaman bawah laut kelas dunia bahkan untuk para snorkeler. Keren kan? Tidak perlu ikut liveaboard harganya sampai belasan juta itu.

Raja Ampat Scenery

Untungnya kita berada di Indonesia yang nggak perlu tiket pesawat lebih jauh lagi. Kalau wisatawan asing yang tinggalnya sangat jauh saja sebegitu getolnya berkunjung ke Raja Ampat kenapa kita yang lebih dekat malah tidak?

Dengan semangat ini pula saya mencoba cerita ke Vivien dan Park bahwa selain Bali di Indonesia masih ada satu tempat lagi yang harus dikunjungi apalagi untuk penyelam macam mereka berdua. Raja Ampat namanya, Empat Raja di bagian timur Indonesia yang merajai biota semua perairan di dunia.

Sebelum kami berpisah di smart phone-nya Vivien sempat mencatat ejaan Raja Ampat dalam bahasa Inggris yang saya eja-kan. Saya yakin suatu saat mereka akan menuju ke sana.

***

Disclaimer: all images are courtesy of Indonesia.Travel | special thanks to The.Onymus

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 thoughts on “Wonderful Indonesia – Empat Raja di Timur Indonesia