Mbolang ke Lombok – Part I 1


Mbolang ane kali ini ditemani blogger dari Jepara pemilik http://nonambex.blogspot.com/ aka Mbex. Karena kami berdua sama-sama sedang nyasar di Bali dan kantor mau libur menyambut Nyepi 2014 yg jatuh tanggal 31 Maret maka sore itu dengan pesan singkat kami putuskan untuk jalan-jalan menyusur Lombok sedapatnya.

Well, awalnya sempat ragu juga bakal bertahan berapa hari di jalan, maklum duit cash tinggal 49 ribu plus 150 di ATM dan Mbex juga cuma pegang sekitar 250 ribu. Dari hitungan singkat sempat kita simpulkan kalau bakal bisa bertahan paling nggak dua hari, dengan nginep di tenda, bawa bekal mi, kopi, gula dan perlengkapan masak sendiri dan transport pake vespa ane. Jomblah jambleh, deal, jam empat sore kami sms-an dan jam setengah sembilan malam kami mulai menyusur bypass Prof. I.B. Mantra menuju ke Padang Bai.

Padang Bai ini pelabuhan utama menuju Pelabuhan Lembar di Lombok Barat. Dari tempat kami tinggal butuh waktu hampir 1.5 jam untuk mencapainya. Maklum vespa masih belum 100% sehat dan sempat ngancing waktu digeber sekitar 55 km/jam konstan selama kurang lebih 15 menit. Wakakaka.

Sekitar jam setengah sebelas kami sampai di Padang Bai. Ramenya luar biasa! Wow. Beda banget pas ane ke sana beberapa bulan sebelumnya. Waktu itu antrian cuma dua motor di depan tapi sekarang sampai puluhan. Sedikit ngobrol ke sesama rider sambil ngantri, seperti dugaan, kebanyakan adalah orang-orang Lombok yang kerja di Bali dan mudik selama Nyepi. Lumayan, kata mereka, dapat libur 3 hari. Well, lumayan juga bagi kami buat bisa jalan-jalan ke kampung halaman mereka. Hehe.

Kedatangan di Pelabuhan Padang Bai

Kedatangan di Pelabuhan Padang Bai

Satu hal yang cihuy dari petugas-petugas di Pelabuhan Padang Bai adalah mereka memberi prioritas bagi pengendara yang membawa anak kecil. Mereka diberi jalan untuk antri di depan atau malah bisa lewat portal khusus di samping portal tiket mobil. Good job lah. Coba waktu itu bawa popok bayi, mungkin Mbex sudah ane suruh pake popok, kugendong, trus bisa masuk kapal lebih awal, wakakaka.

Antrian kendaraan yang mau ke Lombok

Antrian kendaraan yang mau ke Lombok

Hampir 50 menit sejak kedatangan kami akhirnya roda dua sudah bisa naik ke kapal penyeberangan. Tarif sekali nyebrang dengan motor adalah 112 ribu berapapun orang di motor itu, begitu kata bapak-bapak asli Lombok yang tadi ngantri di samping kami. Setelah naroh vespa di parkiran kami langsung ngacir ke dek lebih atas buat nyari tempat duduk.

Kami nggak inget nama kapalnya apa tapi tempat duduknya sama dengan bangku di shelter bus yaitu bangku besi berlubang-lubang berderet yang satu barisnya isi tiga buah kursi. Langsung kebayang gimana rasanya empat jam duduk di tempat begituan sebelum bisa mendarat di Lombok nanti.

Kursi tempat duduk di kapal penyeberangan

Kursi tempat duduk di kapal penyeberangan

Satu tempat duduk kosong di sebelah kami diisi oleh Pak Syarif. Dia mudik ke Lombok Timur membawa istri dan satu anaknya. Istri dan anaknya duduk di barisan kursi sebelah lagi. Kursi lain sudah penuh terisi. Tumben, katanya. Biasanya nggak serame ini.

Setengah jam pertama kami masih ngobrol mencairkan suasana, lalu setelah itu masing-masing mencoba tidur duduk dengan posisi senyaman mungkin. Awalnya ane duduk biasa dengan kaki di bawah dan tangan bersedekap di dada. Kepala tertunduk ke bawah dan mata merem. Gagal tidur. Trus kaki mulai naik mencari injakan dari kursi di depan dan setelah dapat posisi agak nyaman lalu mencoba merem. Entah berapa menit sempat nggak sadar tapi bangun lagi. Eh tau-tau Pak Syarif sudah pindah di kursi barisan sebelah dekat istri dan anaknya, selonjor. Banyak yang sudah melantai sambil gelar alas/tikar/matras yg sudah dipersiapkan. Ane pun mencoba selonjor memanjang searan barisan kursi sambil mepet-mepet Mbex yang juga susah tidur.

Ngantuk ane gan

Ngantuk ane gan

Nggak lama rasanya dan tahu-tahu peluit kapal berbunyi dan terdengar pemberitahuan bahwa kapal akan segera bersandar di Pelabuhan Lembar. Jam menunjukkan sekitar pukul lima pagi tapi subuh belum datang. Untuk koordinasi lebih lanjut kami mampir di masjid terdekat, siap-siap laporan pagi, gosok gigi, cuci muka, nggak mandi, dan buka Google Maps untuk cari rute mbolang di hari pertama.

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Mbolang ke Lombok – Part I