Susu Kedelai 1


image

Seorang kawan beberapa hari ini lagi suka sama susu kedelai. Rasanya itu loh, katanya gitu. Emang rasanya gimana? Seingat saya susu kedelai rasanya gitu2 aja, tp sama juga dengan susu sapi, banyak yg sudah dibikin rasa ini rasa itu semau konsumen.

Well, kakak sepupu saya dulu tukang bikin tahu. Tahu yg putih2 itu, biasa ada di warung2 dalam bentuk tahu ‘mentah’ maupun udh jadi gorengan/sayuran.

Tiap pagi dia nimbang berapa belas kilo kedelai, dibersihin, direndam trus digiling pake mesin giling sambil dialiri air dikit2.

Hasil dari gilingan kedelai ini lalu direbus sampai mendidih benar. Karena volume masak yg lumayan besar ini makanya yg dibikin bahan bakar bukan gas atau kayu tetapi campuran antara serutan kayu dari penggergajian + kayu. Kalau sudah mulai masak, wow, ruangan masak yg hampir 7×7 meter itu kerasa panas semua.

Karena biji kedelai warnanya putih agak kuning makanya hasil gilingannya juga kayak gitu warnanya. Yg dimasak? Ya warna itu juga: cairan putih agak kuning sedikit, panas berasap, di atas tungku jumbo yg tertanam di beton lantai. Sari pati masakan ini yg jadi tahu. Makanya sbnrnya tahu itu produk matang, sudah siap makan.

Byproduct alias produk sampingannya ya si itu, si susu kedelai, yg salah satu variannya disukai sm temen ku.

Kamu mandi pakai gayung ato shower? Kalau pakai gayung, dulu kalau mau minum ‘susu kedelai’ saya pakai gayung, pergi ke tungku, ambil satu gayung penuh dan tinggal nambahi gula. Susu kedelai panas fresh from the oven selalu ada setiap hari, gratis, kalau mau.

Yah, walaupun tiap hari selalu ada fresh soybean milk kan nggak tiap hari juga minumnya. Lebih sering nggak bikin drpd bikin. Rasa teh panas ttp nggak tergantikan.

Lha gimana kalau susu kedelainya nggak dibikin? Ya nggak gimana2. Dibuang saja kalau sarinya sudah tersaring jadi tahu. Heheh.

Geez, sekarang susu kedelai udah masuk supermarket dg harga sekitar 5 ribuan per 300 mili-nya. Saya sih biasa saja, tetep mending kopi atau teh. Lagian kalau ingat dulu tinggal ambil di periuk besar, pakai gayung, gratis, dan skrg harus bayar segitu buat segitu mili liter, I’ll pass. Nggak deh, makasih.

Atau mungkin sy cuma nggak punya duit aja, nggak mampu beli.
#kere

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Susu Kedelai