cerpen


Pria Tua dan Bungkus Kopi 2

Pria tua di depanku kembali menyeruput kopinya, pelan. Kopi Bali dengan krimer tanpa gula. Kerutan-kerutan di mukanya mungkin melukiskan setengah abad usianya, tapi matanya masih awas memperhatikan lalu lalang kendaraan di depan toko ku. Sesekali diangkatnya telepon genggam lawas yang dulu sempat jadi incaranku. Warna silver di bodinya sudah tak […]

Share